Hakekat Manajemen dan Administrasi

Hakekat Manajemen dan Administrasi

Hakekat Manajemen dan Administrasi

Jenis Manajemen

Jika pengelolaan adalah genus, maka pengelolaan dalam pemerintahan dapat disebut spesies. Artinya pemerintahan dalam pemerintahan sebagai ilmu terapan ilmu manajemen di lingkungan aparatur pemerintah (negara) meluas baik dalam arti sempit (lembaga eksekutif) maupun dalam arti luas (lembaga eksekutif, legislatif, dan yudikatif) dari pusat hingga daerah. . . Pernyataan ini menunjukkan bahwa gambaran manajemen, khususnya manajemen dalam pemerintahan, juga mempengaruhi wilayah administrasi karena keduanya dapat dibedakan tetapi tidak dapat dipisahkan.

 

Pengertian Administrasi

Definisi administrasi bisa sempit atau luas. Dalam pengertian yang lebih sempit, administrasi (administrasi dalam bahasa Belanda dan pekerjaan kantor dalam bahasa Inggris) diartikan sebagai administrasi, seperti kegiatan B. Kearsipan, surat menyurat dan tata graha. Pengertian manajemen ini dipandang sebagai bagian (aspek) dari manajemen. Administrasi secara luas diartikan sebagai tindakan-tindakan tertentu yang dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah dicapai (Marx dalam Siagian, 1982:10). Para ahli umumnya sepakat bahwa tindakan ini merupakan bentuk kerjasama antara dua orang lain yang dianggap sebagai unsur terpenting administrasi. Sedangkan item lainnya adalah sebagai berikut:

  • People adalah dua orang lagi yang menciptakan, menerapkan dan menggunakannya untuk mencapai tujuan mereka,
  • Tujuan adalah kewajiban yang menyatukan tindakan.
  • Tugas (kegiatan) sebagai manifestasi dari pembagian tugas,
  • Sarana dan prasarana.
  • Semakin sedikit orang yang terlibat, semakin mudah untuk mencapai tujuan. Semakin sederhana tugas yang harus dilakukan, semakin sederhana alat dan peralatan yang dibutuhkan.

 

Kriteria Administrasi

  • Rasionalitas, karena setiap tindakan kolaboratif untuk mencapai tujuan ini selalu didasarkan pada pertimbangan akal sehat (logis dan objektif),\
  • Efisiensi, suatu usaha untuk mencapai tujuan yang diharapkan semaksimal mungkin. Manajer yang efektif berarti mampu memilih dan menentukan tujuan, pekerjaan, metode dan alat yang tepat untuk mencapai tujuan,
  • Efisiensi untuk mencapai efisiensi dengan usaha yang minimal. Perbandingan terbaik antara hasil yang diperoleh dan korban. Seorang manajer yang efisien dapat secara akurat menghitung bagaimana mencapai output (produktivitas) yang lebih tinggi daripada input yang digunakan (tenaga kerja, bahan, uang, peralatan dan waktu).

Efisiensi berarti melakukan hal yang benar (doing the right thing) dan efisiensi berarti melakukan hal yang benar (doing the right thing). Oleh karena itu, hal terpenting bagi manajer adalah menemukan tugas yang tepat dan memfokuskan sumber daya dan upaya pada tugas tersebut daripada menyelesaikan tugas dengan benar (Drucker dalam Handoko, 1991:7). Jika seorang manajer (manajer) memiliki pengetahuan manajemen dasar dan tahu bagaimana menerapkannya pada situasi yang ada, ia dapat melakukan tugas-tugas manajemen secara efisien dan efektif.

Berkaitan dengan pernyataan tersebut, Beard mengatakan bahwa di masa depan tidak akan ada masalah yang lebih penting daripada masalah administrasi (Siagian, 1982:13). Artinya kemajuan suatu pemerintahan sangat ditentukan oleh penyelenggaraannya, sedangkan penyelenggaraan pemerintahan itu sendiri sangat ditentukan oleh orang-orang yang menjalankannya dengan keterampilan dasar pemerintahan yang baik. Oleh karena itu, masuk akal jika manajemen dapat dianggap tidak hanya sebagai forum administrasi dan manajemen, tetapi juga sebagai inti dari administrasi (aspek utama administrasi) (Lipawsky dalam Siagian, 1982: 17). Sumber Rangkuman Terlengkap : SarjanaEkonomi.Co.Id