Apa itu metaverse?

Metaverse diharapkan bisa menjadi media pemahaman semacam lihat dan hidup di dunia Sims, dunia permainan anak-anak itu, dimana kita bisa jadi para Avatar yang tinggal di sana. Terlihat sempurna idenya bukan?

 

Filosofi dari dunia metafase adalah membuat dunia nyata yang saat ini kita tinggalin (the real world) hanya sebagai tempat hidup, tempat yang sehat atau living spaces yang sehat.

 

Kita hidup, makan, bekerja, dan menjadikan dunia ini menjadi kian lebih luas. 

Namun hal yang akan pindah ke metaverse yaitu

dunia administrasi, dunia bisnis seni, art, teknologi, dan perdagangan.

 

…dan yang tertinggal di dunia nyata adalah :

rumah sakit kesehatan 

Cafe Resto 

gudang pertanian industri 

 

namun gedung kantor yang administratif akan musnah pindah ke metaverse.

 

Ternyata masih banyak yang masih gamang (bingung) dengan metaverse yang mungkin 10 tahun lagi baru bisa jadi secara nyata dan riil.

Jadi inget-inget dulu seperti beli bitc*in di tahun 2010.

Kalau kamu punya 100 dolar beli di tahun 2010 maka di tahun 2021 kemarin, nilai uang kamu adalah 12 juta dolar naik 120.000 kali.

Metaverse saat ini masih early adaptor

 

 

Penjelasan Sederhana Metaverse dan hubungan dengan medsos

Supaya ga pusing lagi di apa sih itu metaverse

ini penjelasan versi sederhananya.

 

Di cara lama, bisnis dan kehidupan itu ada:

1.  Pasar

yaitu tempat atau komunitas untuk melakukan jual-beli.

 

2. Pelaku pasar

yaitu penjual dan pembeli

 

3.  Transaksi

yaitu penjualan dan pembelian

 

4.  Catatan transaksi

yang berupa dokumen atau pembukuan

 

5.  Alat tukar

yaitu mata uang atau currency

 

6.  Dagangan

yaitu barang yang dijual atau dibeli

 

 

jadi di metaverse itu bagaimana?

Di metaverse itu begini :

1. Metaverse itu “pasar atau living place”

 

2. Avatar itu mewakili “pelaku pasar”

 

3. Transaksi, ya transaksi

 

4. Blockchain

yaitu dokumentasi atau pembukuan

 

5. Crypt0currency itu mata uangnya di metaverse

 

6. NFT, yaitu barang dagangan

NFT itu bisa mandiri sebagai produk digital, 

atau bisa juga sebagai avatar mewakili produk non digital (produk fisik)

sementara itu avatar itu adalalah anda yang dilengkapi AI (artificial intelligence).

 

Jadi bayangkan kalau manusia Indonesia adalah para avatar, yang pada akhirnya bisa membuat dirinya di dunia nyata menjadi manusia unggulan, karena dalam pikiran bawah sadar manusia mereka tidak bisa membedakan apa itu reality, mana imajinasi.

 

yang kemudian oleh Walt Disney dikatakan

“my imagination create my reality”

 

Selamat datang masa depan!

 

Baca artikel selanjutnya :

Pubiway adalah Panduan Media Sosial