Thomas Alfa Edison dulu berkata “Persiapan hari ini pilih prestasi dimasa depan”. Sebagai mahasiswa baru, penting sekali untuk mempersiapkan diri sebaik barangkali diawal merintis kehidupan perkuliahan untuk masa depan yang lebih baik. Berikut tips untuk mengoptimalkan potensi mahasiswa baru berasal dari Mohamad Reza Affandi, Mahasiswa Pendidikan Dokter 2015 sekaligus Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) Universitas Airlangga (UNAIR) 2018.

 

Memahami diri Sendiri

Memahami diri sendiri jadi berasal dari kekuatan, kelemahan, potensi maupun ancaman. Menurut pengalaman berasal dari Reza, perihal berikut bisa diketahui bersama langkah aktif mengikuti aktivitas organisasi apaun yang disukai, mengikuti tes minat dan bakat, maupun menghendaki pendapat orang tua.

“Dulu saya ikut hampir seluruh organisasi di kampus sebab sebenarnya sangat tidak jelas minat dan bakat yang sesungguhnya. Namun perlahan organisasi yang tidak saya sukai, kemudian tersingkir ditahun kedua. Ini bukan soal buang-buang waktu, menurut saya justru investasi saat untuk benar benar menggali minat, bakat, kelemahan, dan kelebihan diri seutuhnya. Bisa jadi kami multitalenta supaya kami bertahan di dua atau tiga organisasi,” jelas Reza membagikan pengalamannya.

 

Membuat Rencana bersama Baik

Menurut Reza, rencana bisa di mulai berasal dari rencana jangka panjang, yaitu satu tahun, empat tahun, sepuluh tahun, dua lima tahun, dan seterusnya. Untuk kemudian diperinci ke bulan, minggu, sampai hari.

“Saya lakukan rencana jangka pendek dan panjang. Pertama saya menentukan menghendaki jadi apa untuk saat ini, harus jelas dan terukur. Saya memimpikan jadi orang yang besar, hebat, dan mempunyai efek kepada orang lain. Berhubung jurusan saya kedokteran, ilmu saya udah bisa diaplikasikan di masyarakat.

Namun, saya menghendaki lebih. Saya memutuskan bercita-cita jadi dokter spesialis penyakit didalam sekaligus berkarier di birokrasi pengendalian penyakit tidak menular (misalnya menteri kesehatan) Kemudian jangka pendeknya saya bagi perbulan, per minggu, dan per hari.. saya menuliskan jadwal saya berikut di Google Calendar,” jelas Reza.

 

Mengenali Cara Belajar

Di perkuliahan, jelas Reza, kalau mahasiswa tidak mengenali langkah studi yang cocok, maka studi dapat jadi sangat membosankan, saat dapat terbuang untuk studi dan hanya mengandalkan hafalan. Sehingga, potensi diri tidak dapat termaksimalkan.

“Di kedokteran, jujur saya memandang langkah studi harus diubah total berasal dari studi D-1 jadi dicicil, berasal dari hafalan jadi pemahaman, kiat mengerjakan soal-soal dan seterusnya ataupun seperti judul skripsi kedokteran. Saya harus saat hampir satu th. untuk menyesuaikan diri, jadi berasal dari langkah belajar, dan menyesuaikan kesibukan,” terangnya.

 

Rajin Membaca Buku Favorit Non – Fiksi

Menurut Reza, membaca buku non fiksi sebanyak barangkali bisa berfaedah untuk menambah wawasan diluar jurusan yang diambil selama masa perkuliahan. Sebagai alternatif lain, bagi mahasiswa yang tidak menyukai buku, Reza merekomendasikan untuk menyisipkan lebih dari satu saat guna saksikan video produktif di YouTube.

 

Buat Lingkungan yang Positif

Reza meyakini bahwa di dunia ini terdapat dua style teman. Yaitu teman yang toksik dan teman yang produktif. Teman yang toksik adalah mereka yang mempunyai pembawaan sangat tidak serupa bersama kita, dan selamanya mengarahkan kepada hal-hal yang tidak baik. Untuk itu, hindari teman toksik dan dekati teman yang produktif.

“Saya mengusahakan untuk join bersama kelompok2 yang baik dan produktif. Dan menjalin komunikasi bersama mereka sesering mungkin. Misalnya: Komunitas, pembinaan beasiswa, asrama keagamaan, mentoring, dan lainnya,” jelas Reza.

Selain itu, bagi mahasiswa yang menghendaki jadi mawapres seperti dirinya, Reza berpesan untuk mempersiapkan sejak dini. Mulai mengikuti banyak lomba dan organisasi, serta membangun IPK.

By toha